Review

Mengenal Sekolah dengan biaya Sampah di India

Menuntut ilmu itu wajib. Ungkapan itu selalu muncul dalam kehidupan manusia. Yup, karena dengan ilmu hidup menjadi lebih terarah. Menuntut ilmu identik dengan suatu tempat bernama Sekolah. Nah sekolah biasanya mengharuskan biaya untuk anak didiknya karena akan digunakan untuk operasional seperti seragam, kebutuhan alat belajar mengajar, dan lain sebagainya. Tapi tahukah Anda, ada sekolah yang boleh membayar uang operasional sekolah (biasa disebut SPP) dengan sampah. Apa? Sampah.
Yes ada sekolah di India yang membolehkan anak didiknya membayar SPP dengan sampah. Akhsar Foundation namanya. Sekolah yang berlokasi di desa Guwahati, salah satu kota terbesar di bagian timur laut India ini tidak menerima uang melainkan sampah untuk pembayaran SPP nya. Wah, keren ya sekolah ini.

Sekolah keren ini dimulai dibangun pada tahun 2013. Pendirinya ada dua orang, yaitu Mazin Mukhtar dan Parmita Sharma. Kedua orang hebat ini punya impian yang sama, yaitu membawa pendidikan menjadi lebih baik. Pada tahun 2016 akhirnya berdirilah Akhsar Foundation, sekolah gratis berbasis keberlanjutan di pusat Assam.
Pada awalnya, Mazin dan Paramita seperti pada umumnya menghadapi kesulitan karena sebagian besar orang tua di India tidak mau mengirim anak-anaknya belajar di sekolah yang mereka dirikan. Seiiring waktu, mereka membuat kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan keuangan keluarga sambil terus memberikan anak-anak di India pendidikan yang layak dan berkualitas.

Akhsar Foundation Sekolah Sampah

Ide membayar uang sekolah dengan sampah dikarenakan disekitar sana, banyak sampah plastik yang dibakar. Pada awalnya sekolah ini didirikan gratis tanpa harus membayar uang sepeserpun. Tapi karena makin banyaknya orang yang sering membakar sampah, dan jika sedang proses belajar mengajar, asap beracun dari sampah yang dibakar ikut masuk dan mengganggu aktifitas belajar mengajar.

Daripada itu, Mazin dan Paramita mendapat ide baru dan mulai mengajak siswa yang bersekolah disana untuk membawa sampah plastik untuk biaya sekolah mereka. Inspiratif banget ya. Karena konsen di sampah plastik itulah, maka Akhsar Foundation akhirnya ikut mendorong warga untuk melakukan daur ulang.

Sayang nya, masih banyak orang tua siswa yang tidak minat dan tidak mau bekerja sama. Akhirnya, Akhsar Foundation pun memutuskan untuk semua murid-murid nya membawa sampah plastik ke sekolah. Juga memutuskan untuk menjadikan biaya sekolah plastik, yang akhirnya orang tua ikut berpastisipasi.

Pada umumnya, pendidikan di sekolah membutuhkan biaya operasional, seperti buku, Guru Pantura, seragam dan lain sebagainya. Lantas, bagaimana dengan Akhsar Foundation yang bayar sekolahnya dengan sampah? Jangan-jangan belajarnya asal-asalan? Eittss, tenang karena metode pendidikan disekolah ini sudah diakui PBB loh.

Metode belajarnya keren, memprioritaskan sesuai dengan skill atau keahlian yang dimiliki anak didik. Jadi walalupun masih berumur 7 tahun tapi boleh menyelesaikan kurikulum untuk kelas 6 SD. Keren banget kan?.

Metode pendidikan di Akhsar Foundation mengacu pada Cambridge Global English kurikulum untuk bahsa inggrisnya. So, ilmu yang diberikan oleh para Guru Pantura bukan asal-asalan. Selain teori, kurikukulum Akhsar Foundation juga lebih ke Praktik. Mereka belajar fisika dan ekologi di teori, dan mempraktekannya dengan menjadi teknisi panel surya.

Semoga Artikel ini bermanfaat dan sekolah-sekolah seperti ini bisa diduplikasikan di negara manapun, termasuk di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *